Pertemuanku dengan Hujan

Aku tidak pernah benar-benar tahu bagaimana Tuhan mempertemukanku dengan hujan. Tuhan balik ketidaksukaanku pada hujan menjadi mendekati suka. Aku tidak pernah benar-benar mempertanyakan alasan Tuhan atau sekedar menerka. Aku tidak pernah benar-benar menjadikan perubahanku sebagai kesimpulan. Aku hanya ingin menjamu kehadiran hujan yang singkat. Aku hanya ingin mempersilakannya menghujani tanahku yang lapang dan sedikit gersang. Aku tidak pernah benar-benar menyuruhnya menetap. Aku hanya benar-benar menatap. Aku hanya ingin menunggu di pojokan halte; melihat hujan menari sesuka hati. Jika hujan ingin pergi lagi, maka aku hanya ingin menunggu. Sekali lagi. Sekali lagi. Sekali lagi menunggu setidaknya hingga aku benar-benar paham apa alasanku menunggu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s